Counter
- Site Counter: 216,649
- Unique Visitor: 32,197
- Registered Users: 393
- Server IP: 115.124.92.102
- Your IP: 38.107.179.244
- Since: 2009-01-24
- Visitors: Today: 278
This week: 2907
This month: 10405
This year: 26917
Recent blog posts
- Prospek Perbankan 2012: Peluang dan Tantangan
- 2012, BNI Syariah Bertumpu pada Bisnis Ritel dan Konsumer
- SOLIDARITAS DALAM KEBERSAMAAN SP DPD WJK
- Cara Mantap Menjadi Pribadi yang Menyenangkan
- Keterampilan Pribadi Menjadi Daya Pikat Perusahaan
- Cara Aman Bakar Kapal Menjadi Enterpreneur
- 2045 Indonesia Enam Besar Ekonomi Dunia
- 3 Langkah Antisipasi Perbankan Terjerumus Krisis Baru
- BI Nilai Likuiditas Valas Perbankan Masih Aman
- Semakin Selektif, Perbankan Mungkin Rem Kucuran Kredit Valas
2012, BNI Syariah Bertumpu pada Bisnis Ritel dan Konsumer - Griya Hasanah dan Hasanah Card akan diandalkan oleh BNI Syariah untuk menopang pertumbuhan bisnis pada 2012. Paulus Yoga Jakarta–PT Bank BNI Syariah akan mendorong pertumbuhan bisnis sebesar 25-30% untuk pendanaan, dan 40-50% untuk pembiayaan pada 2012. Tahun depan, sebagaimana perbankan syariah pada umumnya, BNI Syariah tetap mendorong pertumbuhan melalui segmen ritel dan konsumer. “
“Salah satu pelaku utama perbankan syariah di Indonesia ini akan
tetap berfokus pada segmen ritel konsumer,” tutur Direktur Utama BNI
Syariah Rizqullah dalam Fact Sheet yang diterima Infobanknews.com, di Jakarta, Selasa, 27 Desember 2011.
Produk
yang diperkirakan akan menjadi titik tumpu utama, lanjutnya, ialah
pembiayaan perumahan Griya iB Hasanah dan kartu pembiayaan Hasanah Card.
Pada 2012, membidik kucuran pembiayaan Griya Hasanah mencapai Rp3
triliun.
Sementara untuk kartu pembiayaan, perseroan mematok
jumlah kartu Hasanah Card mencapai 150 ribu kartu pada 2012. Sedangkan
dari sisi outstanding pembiayaan dibidik menjadi Rp278 miliar.
“Nilai
transaksi Hasanah Card 2012 diupayakan menjadi lebih dari nilai
transaksi saat ini yang telah mencapai Rp516 miliar,” ucap Rizqullah.
Ia
menambahkan, BNI Syariah akan tetap melayani pembiayaan komersil, namun
porsinya dipatok tidak akan lebih dari 20% dari total pembiayaan.
Khusus untuk Gadai Emas, perseroan akan tetap patuh serta berpedoman
sesuai ketentuan regulasi dari Bank Indonesia. (*)
This article is copyright © 2011 www.infobanknews.com
[Infobank]
- admin's blog
- Login or register to post comments



